FIKP Unhas selenggarakan Kuliah Umum, Bahas Blue Food dan Marine Bioprospecting

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) FIKP Unhas menyelenggarakan kuliah umum bertema “Pengembangan Blue Food dan Marine Bioprospecting Menuju Indonesia Emas.” Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Mala Nurilmala, S.Pi., M.Si., Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Pengembangan, dan Kerjasama FPIK IPB University, sebagai narasumber, dan berlangsung pada pukul 09.00 WITA di Ruang Sidang Lantai 2, Gedung FIKP, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Jumat (09/08). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi FIKP, Prof. Dr. Ahmad Faisal, ST., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Ahmad Faisal menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan narasumber untuk berbagi ilmu dan pengetahuan kepada sivitas akademika FIKP Unhas. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan Blue Food dan Marine Bioprospecting untuk mendukung visi Indonesia Emas, terutama mengingat potensi besar sumber daya laut di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, tempat Universitas Hasanuddin (Unhas) berada. Kegiatan ini, menurutnya, tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya laut sebagai sumber protein dan bahan bioaktif bernilai tinggi, tetapi juga mendorong inovasi dan penelitian dalam bidang perikanan. “Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam membangun kolaborasi antarpeneliti, institusi, dan industri demi kemajuan dalam pengembangan produk yang berkualitas dan berdaya saing. Materi yang disampaikan juga menjadi sarana untuk membangun kolaborasi lebih lanjut,” jelas Prof. Ahmad Faisal. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan paparan materi dari narasumber yang dimoderatori oleh KPS THP, Dr. Syahrul, S.Pi., M.Si. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan tentang pengembangan Blue Food dan Marine Bioprospecting dari ikan, udang, teripang, dan rumput laut, mencakup pemanfaatannya sebagai bahan pangan dengan berbagai diversifikasi produk. Selain itu, hasil samping dari perikanan dapat dimanfaatkan dalam industri makanan, farmasi, dan nutrasetikal, sehingga menciptakan peluang untuk produk-produk bernilai tambah yang berkontribusi pada ketahanan pangan dan kesehatan. Para peserta, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dengan narasumber. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan khidmat hingga pukul 11.00 WITA.

This activity was officially opened by the Deputy Dean for Partnership, Research and Innovation of FIKP, Prof. Dr Ahmad Faisal, ST, M.Si. In his remarks, Prof. Ahmad Faisal expressed his gratitude for the willingness of the speakers to share knowledge with the academic community of FIKP Unhas. He also emphasized the importance of developing Blue Food and Marine Bioprospecting to support the vision of Golden Indonesia, especially considering the great potential of marine resources in Indonesia, including in South Sulawesi, where Hasanuddin University (Unhas) is located. According to him, this activity not only strengthens food security and the economy through the utilization of marine resources as a source of protein and high-value bioactive ingredients but also encourages innovation and research in fisheries.

This activity is a significant step in fostering collaboration between researchers, institutions, and industries for progress in developing quality and competitive products. The material presented serves as a powerful tool to build these crucial collaborations.

After the speech, the event continued with a presentation moderated by KPS THP, Dr Syahrul, S.Pi., M.Si. In his presentation, the speaker explained the development of Blue Food and Marine Bioprospecting from fish, shrimp, sea cucumber, and seaweed, including their use as food ingredients with various product diversifications. In addition, by-products from fisheries can be utilized in the food, pharmaceutical, and nutraceutical industries, thus creating opportunities for value-added products that contribute to food security and health.

The participants, consisting of lecturers and students, followed this activity enthusiastically and actively participated in the question-and-answer session with the speakers. The whole event went smoothly and solemnly until 11.00 WITA.

id_IDBahasa Indonesia
Scroll to Top