History

Fenomena dalam bidang perikanan dan kelautan terus berkembang, termasuk adanya tantangan seperti produk perikanan Indonesia yang ditolak oleh pasar Uni Eropa karena kandungan antibiotik dalam udang yang diekspor melebihi ambang batas yang ditentukan. Selain itu, berbagai parameter jaminan mutu lainnya dalam produk perikanan masih belum sepenuhnya dipenuhi oleh Indonesia. Dengan penerapan jaminan mutu dan keamanan pangan yang ketat oleh negara-negara importir seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang, ditambah pola penanganan produk perikanan yang belum optimal serta pengetahuan tentang pengolahan dan pengawetan hasil perikanan yang masih rendah, membuat produk yang melimpah pada bulan-bulan tertentu seringkali dibuang begitu saja.

Pesatnya perkembangan industri hasil perikanan juga menjadi pendorong untuk membentuk konsentrasi baru dalam bidang ini. Untuk itu, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin menjawab tantangan ini dengan membuka program studi baru di bidang Teknologi Hasil Perikanan (THP). Program studi ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah maupun swasta.

Perkembangan teknologi hasil perikanan yang sangat cepat memerlukan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, memiliki daya analisis, keterampilan, serta mampu bekerja dan mengembangkan ilmu serta teknologi hasil perikanan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan perikanan nasional.

Dalam rangka menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin membuka Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Pembukaan program studi ini didasarkan pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tentang pendirian, perubahan, dan pembubaran perguruan tinggi negeri serta pendirian, perubahan, dan pencabutan izin perguruan tinggi swasta. Program Studi THP terbentuk berdasarkan SK Rektor Universitas Hasanuddin No. 6405/UN4.1/KEP/2020 tertanggal 25 November 2020.

Program Studi THP dilengkapi dengan personil pengelola prodi yang terdiri dari ketua program studi, ketua laboratorium, dan staf pengajar. Ketua program studi bertugas menjalankan proses pembelajaran, menangani perencanaan, dan pengembangan program studi. Ketua laboratorium bertugas mengelola dan mengembangkan fungsi laboratorium yang dipimpinnya. Staf pengajar bertugas mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa.

Fokus bahan kajian Program Studi THP mencakup:

  1. Penanganan Hasil Perikanan: Meliputi teknik penanganan yang tepat agar hasil perikanan tetap dalam kondisi optimal.
  2. Pengawetan dan Pengolahan Hasil Perikanan: Mempelajari berbagai metode pengawetan dan pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan.
  3. Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan: Menekankan pada jaminan mutu dan keamanan produk perikanan sesuai dengan standar internasional.

Dengan adanya Program Studi Teknologi Hasil Perikanan ini, diharapkan lulusan yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan industri perikanan yang semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar global, sehingga dapat mendukung pembangunan perikanan nasional yang lebih baik dan berkelanjutan.

id_IDBahasa Indonesia
Scroll to Top